Wajah Keadilan di Indonesia. Rasyid dan Wildan

Keadilan ? Hm…. Beda orang, beda cara menjelaskannya.. Beda mata, beda cara melihatnya.. Di satu sisi, sang anggota dewan hidup bergelimang harta, di sisi yg lain, masyarakat yang telah mengantarkan sang anggota dewan ke gedung dewan masih hidup dalam kehidupan yang boleh di bilang sangat jauh dengan kehidupan sang anggota dewan.

Pernah suatu ketika saya membaca sebuat artikel di kompas.com, sang anggota dewan terhormat mengatakan, kalau ingin kaya, harus kerja keras dong. Satu sisi, doi bener.. Tapi, di sisi yang lain, pernahkah doi melihat jam berapa tukang sapu jalan bangun pagi ? Sopir labi2 berangkat dari rumahnya pagi buta ? Atau, jam berapa pedagang asongan menyiapkan barang dagangannya ?. Di saat sang anggota dewan tersebut sedang mimpi indah, mereka sudah mulai bekerja.. Beda kepala, beda cara berpikir.

Sebuah artikel yang saya comot dari pesbuk. Wajah keadilan di indonesia.

Wajah keadilan di indonesia

Sepertinya keadilan masih memihak…
seorang anak mentri, menabrak mobil lain, 2 orang meninggal.

seorang anak biasa, hacking situs pribadi SBY (hacking berbeda dg cracking lho ya..) yg presiden sendiri tdk mengadukan perkara tersebut ke meja hijau.

Kasus remaja jember yang bernama lengkap Wildan Yani Ashari atau wildan yang meretas situs pribadi SBY ini luput dari perhatian kita semua. Wildan bahkan harus menghadapi persidangan tanpa didampingi kuasa hukum atau pengacara pada hari kamis 11 April 2013.

“Wildan menyatakan akan menghadapi sendiri sidang hari ini ,” ujar ayah Wildan dikutip dari tempo.co

Wildan, pemuda kelahiran Balung, Kabupaten Jember, Jawa Timur, 18 Juni 1992, itu harus menghadapi beberapa tuntutan jaksa dengan beberapa pasal yang menjeratnya. Dalam surat perintah penahanan, Wildan dinyatakan melanggar Pasal 50 juncto Pasal 22 huruf b Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi. Wildan terancam hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 600 juta. Wildan juga dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. (kompas.com)

tambahan:
“Sesungguhnya kebinasaan orang-orang sebelum kalian adalah apabila ada orang terhormat diantara mereka mencuri, maka mereka membiarkan, dan apabila orang lemah diantara mereka itu mencuri, maka dilaksanakanlah hukum itu kepadanya. Demi Allah, seandainya Fatimah binti Muhammad saw itu mencuri aku pasti akan memotong tangannya.(HR.Bukhari dan Muslim)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s