Isi Surat Seruan Walikota Lhokseumawe “Perempuan Tak Boleh Ngankang”

Ngangkang Style ala Walikota Lhokseumawe lagi heboh2nya. Bahkan ada perdebatan seru tentang kebijakan sang walikota. Kebetulan barusan buka fesbuk, dan ada sebuah link tentang “Isi Surat Seruan Walikota Lhokseumawe “Perempuan Tak Boleh Ngankang“. Nah, bagi yg belum tau bagaimana isi surat seruan tersebut, ini dia.

http://www.tritonbuzz.com/wp-content/uploads/2009/10/500x_honda-ev-cub-electric-motorcycle-11.jpg
http://www.tritonbuzz.com/wp-content/uploads/2009/10/500x_honda-ev-cub-electric-motorcycle-11.jpg

Isi Surat Seruan Walikota Lhokseumawe “Perempuan Tak Boleh Ngankang” di comot dari fanpage KISS FM.

Lhokseumawe – Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya bersama Ketua DPRK Saifuddin Yunus dan unsur muspida lainnya menandatangani seruan bersama yang mengimbau perempuan untuk tidak duduk mengangkang kala berboncengan sepeda motor. Ada empat isi seruan bersama yang akan ditempel di tempat-tempat umum di Kota Lhokseumawe.

Berikut isi seruan bersama tersebut:

Untuk menegakkan syariat Islam secara kaffah, menjaga nilai-nilai budaya dan adat istiadat masyarakat aceh dalam pergaulan sehari-hari, serta sebagai wujud upaya Pemerintah Kota Lhokseumawe mencegah maksiat secara terbuka, maka dengan ini Pemerintah menghimbau kepada semua masyarakat di wilayah Kota Lhokseumawe, agar:

1. Perempuan dewasa yang dibonceng dengan sepeda motor oleh laki-laki muhrim, bukan muhrim, suami, maupun sesama perempuan, agar tidak duduk secara mengangkang (duek phang), kecuali dengan kondisi terpaksa (darurat).

2. Di atas kendaraan baik sepada motor, mobil dan/atau kendaraan lainnya, dilarang bersikap tidak sopan seperti berpelukan, berpegang-pegangan dan/atau cara-cara lain yang melanggar syariat Islam, budaya dan adat istiadat masyarakat Aceh;

3. Bagi laki-laki maupun perempuan agar tidak melintasi tempat-tempat umum dengan memakai busana yang tidak menutup aurat, busana ketat dan hal-hal lain yang melanggar syariat islam dan tata kesopanan dalam berpakaian;

4. Kepada seluruh keuchik, imum mukim, camat, pimpinan instansi pemerintah atau lembaga swadaya, agar dapat menyampaikan seruan ini kepada seluruh bawahannya serta kepada semua lapisan masyarakat.

Ditandatangani oleh Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya, Ketua DPR Kota Lhokseumawe Saifuddin Yunus, Ketua MPU Kota Lhokseumawe Drs. Tgk H. Asnawi Abdullah, Ketua MAA Kota Lhokseumawe Tgk. H. Usman Budiman. Tertanggal 2 Januari 2013. []

7 thoughts on “Isi Surat Seruan Walikota Lhokseumawe “Perempuan Tak Boleh Ngankang”

  1. ga masalah kali kalo cewe naik motor duduk ala cowo, asal ga pk rok extra mini..kalo make clana panjang kan ga masalah bro.cewe gw aja duduk d motor biasa ky posisi duduk cowo kok.wkt dia pernah coba duduk ala cewe d motor malah jatoh.so no problem lah sbenernya..situ aja yg heboh n lebih2in banget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s