Isu Terorisme Kembali Menyeruak di Aceh

Isu terorisme kembali menyeruak di Aceh. Inilah bumbu perdamaian yang sedang berlangsung. Baru-baru ini Aceh kembali dikejutkan dengan penangkapan beberapa teroris di Aceh Besar, Jantho. Walaupun sampai sekarang tidak ada pernyataan resmi mengenai apakah benar ada teroris di Aceh atau tidak oleh aparat terkait. Namun beberapa pakar terorisme sudah mulai melemparkan pandangan mereka. Ada pakar yang menyebutkan belum tentu mereka yang ditangkap di Jantho adalah teroris. Ada pula ahli terorisme yang mengatakan mereka adalah bagian dari jaringan terorisme di Indonesia.

Terlepas dari apakah benar ada dan tidaknya teroris di Aceh, saya lebih tertarik melihat apakah Aceh benar menjadi basis jaringan terorisme? Tentu saja jawabannya sangat sulit, mengingat terorisme itu seperti permainan pet-pet nyet. Karena di situ ada berbagai kepentingan dan keinginan untuk terus membudidayakan sel terorisme sepanjang masa, terutama di Asia Tenggara.

Sebagai masyarakat yang biasa yang tidak punya latar belakang politik, tentunya saya tidak bisa membuat analisa politik. Setidaknya ini menjadi satu hal lama yang kambuh lagi. Merunut beberapa tahun ke belakang, masyarakat Aceh sudah cukup lelah dengan isu peperangan, konflik, kontak tembak, bau mesiu, pembunuhan, dan lain-lainnya. Itu sudah menjadi hal yang tidak menyenangkan bagi masyarakat Aceh.

4 tahun pasca perdamaian, masyarakat Aceh tidak mengharapkan banyak. Terutama bagi kami-kami yang tinggal di pedalaman. Kami tidak mengharapkan bantuan uang dari pemerintah, kami tidak mengharapkan bantuan beras 2 kilo per bulan, kami tidak mengharapkan bantuan lauk pauk untuk makan kami. Kami cuma mengharapkan kehidupan kami bisa berjalan dengan normal, tanpa adanya bumbu-bumbu kontak senjata.

Kami cuma berharap dapat melakoni hidup ini sama seperti daerah-daerah lain, normal, layaknya hidup di negara yang damai. Padahal tanah Aceh ini bukanlah tanah sekelompok golongan. Dalam logika yang sederhana, kalau memang beberapa kelompok itu ingin membuat sesuatu hal yang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bagi orang banyak, kenapa mereka tidak mencari tempat yang sesuai dengan selera mereka. Kenapa mereka tidak membuat dunia mereka sendiri, yang dengan gampang mereka bisa mengatur dengan keinginan mereka, berpesta pora dengan letusan senjata, menyajikan menu hidup dengan bumbu mesiu.

Mohon maaf kalau ada yang kurang nyaman dengan omongan melantur ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s