Ketua DPR Marzuki Alie Bikin Ulah di Sidang Paripurna Century

Ketua DPR Marzuki Alie mengaku mengetok palu guna menutup sidang paripurna Century karena agenda sidang telah tuntas. Tidak ada lagi hal substantif yang perlu dibahas.

Marzuki menyatakan, saat membuka sidang, dia sudah membacakan agenda sidang hari ini yang ada dua. Pertama, pelantikan Taufik Kurniawan sebagai Wakil Ketua DPR menggantikan (alm) Marwoto. Kedua, mendengarkan pembacaan hasil kerja Pansus Century. Tidak ada anggota yang meminta perubahan agenda.

Tapi dalam konteks yang berbeda terjadi pada saat rapat paripurna. Rapat Paripurna DPR berakhir ricuh karena Ketua DPR Marzuki Alie dinilai bersikap otoriter dengan menutup sidang paripurna ketika puluhan anggota Dewan mengajukan interupsi.

Rapat Paripurna DPR yang mengagendakan penyampaian laporan akhir hasil kerja Panitia Khusus DPR tentang Hak Angket Bank Century deadlock setelah sesaat sebelumnya terjadi kericuhan antara anggota dan pimpinan DPR.

Interupsi yang bertubi-tubi dari anggota DPR tidak bisa dihentikan Ketua DPR Marzuki Alie yang memimpin jalannya persidangan itu sehingga akhirnya para anggota DPR saling berebut kesempatan menyalakan mikrofon mereka.

Karena tidak mendapatkan kesempatan mengutarakan pendapat, sejumlah anggota DPR akhirnya berlari menuju podium pimpinan sidang dan menegur langsung Marzuki Alie. Keadaan itu memancing polisi dan Satuan Pengaman Dalam (Pamdal) DPR untuk memasuki ruang sidang serta memagari Ketua DPR.

Wajah demokrasi indonesia…………………………………..

8 thoughts on “Ketua DPR Marzuki Alie Bikin Ulah di Sidang Paripurna Century

  1. Lha Wong… sekarang ini Demokrat lagi maenin jurus Drunken Master mulai dari Anggota DPRnya.. yang asal ngomong… Ya..ee…

    Andi Arief… …. sekarang marzuki alie….
    Anas Urba..
    Andi Mala… sama
    Achmad Muba… bentar lagi juga ngeluarin jurus yang sama…

    sebagai penutupnya… SBY akan menghimbau untuk bersikap santun… ha…ha… ha…

    lebih lucu dari pada opera van java… mari kita lihat ke T K P…

    Kunjung balas…
    salam Indonesia

    1. opera van java yang memuakkan untuk di tonton.. Mereka menganggap dagelan politik itu cuma mereka ahlinya, sepertinya mereka mengenyampingkan pengamatan rakyat selama kasus ini terjadi. Saya yakin dan percaya, setiap kita sudah punya jawaban akhir dari perjalanan pansus ini. Cuman masalah nurani yang perlu di pertanyakan..🙂

  2. masalah kyk gini ini lah yang sllu mnjadi agenda utama para anggota DPR… kok gak selesai2 jg lah tuh kasus century,,,
    cpt lah di proses biar rkyt gak bosen…
    dan biar ad kjlasan siapa yg slah N sipa yg bnar…
    klo g slh knpa hrus tjut,,,,?
    msh byk lg PR besar anggota DPR yg REAL yang jauh lbh besar dripd kasus century…
    ini kan bkn mslah yang urgen bgi rkyat indonesia, itu kan cm msalah bgi para nasabah CENTURY yang rata2 emang kalngan org kaya,,, mka’a kasusnya mnjadi heboh, kalau saja masalah org miskin pasti pura2 tdk tau aj tu….
    maklum lah,, kayaknya negara ni cma tuk org2 kaya…
    rkyat miskin cuma di butuhkan atau di ikut sertakan klo lagi PEMILU..
    lepas itu yah ga ad lgi yang peduli…

    1. Stuju banget ama pendapatnya. Karena kasus ini berkaitan dengan masyarakat kelas atas, sampai negara mengucurkan dana 3.2 M untuk menggelar pansus. Cuman klu parodi politik semahal itu berujung dengan wayang golek yang semu, sepertinya akan membosankan kita.

      Kalau mau lebih expansif, kenapa pemerintah tidak menyorot soal porong, pengemplangan pajak..

  3. Pansus ini merupakan ujian awal dari Demokrasi di Indonesia, kondisi ini memperlihatkan berimbanganya antara penguasa dan oposisi. kalau pansus ini berhasil mengoalkan kepentingan pengungkapan kasus ini… mudah-mudahan akan diikuti dengan pengungkapan kasus-kasus lain yang menjadi borok dari penguasa SBY selama 5 tahun sebelum ini.

    yang perlu dilakukan sebagai rakyat adalah amati dan nilai.. jadikan pertimbangan untuk memilih pada tahun 2014 dan pilkada-pilkada di seluruh wilayah Indonesia… jangan pilih pemimpin dari partai yang para kasus Bank Century ini tidak berpihak kepada kebenaran…

    salam Indonesia

    1. Masalah memilih wakil partai yang tidak memihak pada kebenaran kasus century ini saya sangat setuju. Cuman berbicara masalah kebenaran, itu menjadi sebuah hal yang sangat di idamkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Masalah memilih masih 4 tahun lagi.

      Yang di butuhkan sekarang adalah bagaimana mengadvokasi segala kebutuhan rakyat. Pemerintah saat ini terlalu banyak menghabiskan energi pada hal kecil, sedangkan kebutuhan rakyat masih sangat perlu di perhatikan. Masih begitu banyak PR yang perlu di selesaikan.

      Seharusnya pemerintah juga memberi porsi kepada upaya percepatan pembangunan. Hasil evaluasi 100 hari bisa menjadi acuan. Setidaknya itu sebagai gambaran kinerja selama 5 tahun sebelumnya. Aspek moralitas menjadi point penting dalam menyelesaikan masalah ini.

      Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s