Mengapa Harus Menolak RPM Konten ?

Segenap perwakilan elemen masyarakat internet di Indonesia menyatakan sikap menolak disahkannya Rancangan Peraturan Menteri Kominfo (RPM) tentang Konten Multimedia atau yang lebih di kenal dengan RPM Konten. Mungkin itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana reaksi masyarakat terhadap RPM Konten yang sedang ramai di bicarakan.

Bila sebelumnya masyarakat sudah di ikutkan dalam program shock therapy yang bertajuk “UU-ITE” kali ini masyarakat harus siap menerima sebuah hal baru. Dengan konten yang sedikit tidak fokus dan menghasilkan pemahaman yang ambigu, membuat masyarakat kesulitan untuk bisa mendefinisikan arti sebenarnya dari RPM Konten.

Pengaturan tentang dunia internet diibaratkan sebagai dua kutub berbeda yang harus disepakati bersama aturan mainnya. Namun pembahasan soal Rancangan Peraturan Menteri Kominfo (RPM) tentang Konten Multimedia sejauh ini dinilai terlalu simpang siur.

Orang sudah kebingungan mana yang UU (Undang-Undang), mana PP (Peraturan Pemerintah) dan mana Permen (Peraturan Menteri). Atau mungkin ini hanya persepsi pribadi saya.

Menurut saya,  secara substansi RPM-Konten ini memang menarik dan bagus. Namun, dalam pelaksanaannya kemudian sebagaimana UU ITE jelas akan membuat keresahan dan muncul ketidakadilan, dikarenakan sebagaimana saya sebutkan diatas bahwa pemaknaan dan persepsi serta tafsir terhadap sebuah kata sifat adalah dapat dipastikan muncul perbedaan. Dan pasti muncul efek domino. Sebab efek munculnya perbedaan adalah ketidakadilan sehingga muncul efek berikutnya yakni keresahan.

Sebagai bukti singkat, kasus twitter luna maya yang menghentak publik, belum lagi rentetan kejadian yang melibatkan situs no 2 di dunia, yaitu facebook.

Berbagai tanggapan dari ragam elemen ikut bersuara untuk menyampaikan opini mereka terhadap rencana eksistensi RPM Konten. Salah satunya adalah Kaskus. Kaskus sebagai salah satu online forum terbesar di indonesia juga siap untuk memindahkan perangkat-perangkatnya jika RPM konten di implementasikan.

Dalam kondisi seperti ini, saya teringat akan sebuah lagu yang di nyanyikan oleh iwan fals..

Masalah moral masalah akhlak
Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu urus saja akhlakmu
Peraturan yang sehat yang kami mau
Tegakkan hukum setegak-tegaknya
Adil dan tegas tak pandang bulu
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa.

(Iwan Fals)

Bagi anda yang ingin mendapatkan salinan RPM Konten, silahkan unduh melalui link ini.

Sesudah membaca salinan RPM konten tersebut, silahkan kemukakan pandangan anda.

3 thoughts on “Mengapa Harus Menolak RPM Konten ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s