Fenomena Facebook dan Fitur “WiFi Gratis” di Warung Kopi

Percaya atau tidak, untuk saat ini, facebook telah menduduki posisi pertama untuk urusan microblogging dan menurut alexa [sebuah situs untuk menilai peringkat situs di dunia], facebook menempati posisi ke 2 sebagai situs yang paling populer di dunia setelah google, mengalahkan Yahoo dan YouTube yang kebagian posisi 3 dan 4. Amazing..

Untuk terus membuat penggemarnya betah, facebook terus menghibur dengan berbagai aplikasi yang membuat penggunanya serasa “hidup belum lengkap kalau belum update status facebook“. Belum lagi di tambah dengan berbagai game seperti Texas Hold’em Poker, Farmville, Mafia Wars, Fishville dan berbagai jenis lainnya yang di sebut dengan makhluk berwujud game di facebook. Intinya, facebook itu sudah seperti setetes air di gurun pasir. Sungguh bisa memuaskan dahaga.

Terlalu “mendayu-dayukah” ungkapan di atas ? hehehe.. terserah sama kawan2..

Salah satu bukti facebook telah menghipnotis jutaan umat manusia, terutama di Aceh, adalah hadirnya warung kopi yang menambahkan widget “WiFi Gratis” untuk memanjakan konsumen.

Kalau sebelumnya warung kopi memang di pergunakan sebagai tempat untuk menikmati secangkir kopi dan “peh canang” [ngomong ngawur ngidul versi bahasa Aceh .red] sekarang sudah mulai bertambah lagi fungsinya. Sebelumnya warung kopi tersebut di sesaki pengunjung karena kopi yang di sajikan dalam gelas itu memang sangat menawan di lidah, akan tetapi sekarang ini pengunjungnya mulai surut. Satu alasan yang jelas, warung kopi tersebut tidak menambah “fitur WiFi gratis”.

Akan tetapi, tidak semua warung kopi di tinggalkan pengunjungnya hanya karena tidak tersedia WiFi. Buktinya, keude Kupi Nek yang ada di Desa Seupeu [sebuah desa di Daerah Blang Bintang] juga masih di sesaki para penikmat kopi, biarpun tidak ada WiFi. Umumnya para penikmat kopi di Keude Kupi Nek adalah petani yang mau ke sawah. So, mereka sangat tidak peduli dengan kehadiran WiFi di warung kopi, kecuali telah ada produk di internet yang bisa membantu mereka untuk membajak sawah dan mengusir burung pipit. Dan jika Facebook bisa menghadirkan produk seperti itu, bisa di pastikan, banyak petani di kampung saya yang akan rela menjual kambing atau lembunya untuk bisa mendapatkan laptop atau PC supaya bisa menggunakan fitur “Membajak Sawah dan Mengusir Tulo (burung pipit) yang tersedia di Facebook”.

Tanpa di sadari, saya juga sudah ikut aktif untuk “peh Canang” di blog ini. hehehe.. Tapi, biar bagaimanapun fenomena facebook telah merubah wajah dinamika masyarakat, khususnya di Aceh. Semoga, pengguna Facebook bisa mendapatkan output yang positif dan tidak melalaikan waktunya hanya untuk aplikasi di Facebook.

10 thoughts on “Fenomena Facebook dan Fitur “WiFi Gratis” di Warung Kopi

    1. hu’uh.. bener bnaget.. Yang di pesbuk ngasih link ke twit nya, dan sebaliknya. Tapi intinya, keduanya sama ajah, buat mikro blogging.. hehehe.. Salam kenal brur..

    1. hihihihihi…
      Di warkop banyak banget tuh yang pake tengtop cuman buat maen pesbuk. tapi, ada juga sih yang buat tugas sekolah, tapi dalam jumlah yang kecil..😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s