Selamat Tinggal 2009 dan Selamat Datang 2010

Selamat tinggal 2009 dan selamat datang 2010. Cukup banyak ditemukan kata-kata yang bernada perpisahan tersebut di dunia maya. Itulah yang sedang booming saat ini. Di pergantian tahun, ada begitu banyak hal yang coba di munculkan. Sebut saja salah satu hal lazim yang kerap terjadi, seperti refleksi 365 hari ke belakang, evaluasi selama 12 bulan yang telah berlalu, dan berbagai banyak hal lainnya.

Lumrah terjadi, setiap tahun berganti, mencoba merenungi yang telah di kerjakan dan sejauh mana pencapaian yang telah di peroleh. Memang suatu hal yang sangat positif, karena, segala sesuatu yang di kerjakan tanpa adanya proses evaluasi, tidaklah bisa di ketahui sejauh mana pencapaian yang telah di dapat, belum lagi berbicara masalah kepuasan akan hasil yang timbul dari setiap jerih payah.

Dalam mitos Yunani kuno, awal tahun baru masehi diberi nama Januari, karena diambil dari nama Janus, salah satu dewa yang memiliki dua wajah. Kenapa Januari memiliki dua wajah? Sebab, di satu sisi bulan ini berdekatan dengan tahun 2008 dan juga awal memasuki tahun 2009. Biasanya, ada peralihan budaya di awal tahun (Januari). Kita bakal merasa susah menanggalkan kebiasaan di tahun 2008, tapi cahaya optimisme meruak setiap kali memandang kalender yang berganti dengan angka 2009.

Kecanggungan budaya, biasanya akan menyertai pergantian tahun baru masehi nanti. Gegap gempita perayaan tahun masehi tidak menggambarkan kondisi jiwa bangsa seluruhnya. Di tengah kegembiraan, belum tentu setiap orang merasakan kegembiraan tak terkira. Riuh-rendahnya suara terompet dan taburan kembang api pada pukul 00.00 juga tidak mewakili kegembiraan bangsa.

Bukan hal mustahil kalau di tengah perayaan yang gerlap gemerlap itu ada sejumlah warga yang terganggu. Dari sekian banyak hal yang terjadi, perayaan malam tahun baru, menjadi hal yang lumayan menarik. Kembang api selalu menjadi menu yang tepat dalam kegiatan yang bertajuk, celebrate new year, dan berbagai aksi-aksi lainnya. Dalam konteks yang sama, sepertinya ada hal lain yang lebih bijak untuk dilakukan. Malam tahun baru harusnya diisi dengan refleksi, tafakkur, dan renungan kasih terhadap kondisi bangsa yang sedemikian lelah dengan soal sosial-politik, ekonomi, budaya, dan tetek bengek soal yang membuat pusing tujuh berkeliling-keliling.

Terlalu panjang untuk di uraikan, dan semuanya berpulang pada diri kita sendiri, bagaimana menyikapi setiap perubahan yang terjadi. Janganlah awal tahun baru hanya di isi dengan perayaan yang gegap gempita, tapi itu cuman bersemangat es krim, akan luntur dalam waktu yang sekejap. Tidak seperti semangat kembang api, merekah, penuh warna dalama kilatan cahaya, namun hanya sekejap.🙂

4 thoughts on “Selamat Tinggal 2009 dan Selamat Datang 2010

  1. nyoe baroo articel yang luar biasa mungken bagi loen seulaku pembaca yang budiman meunan…teurimonggenaseh yang rayeuk ateuh uleii…dan lon galak….kunjoeng bak blok droen,sigo treuk terimonggenaseh ateuh pebulisannyoe…semoga semakin jaya,Amiin Yarabbal Alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s