Selamat Tinggal 2009 dan Selamat Datang 2010

Selamat tinggal 2009 dan selamat datang 2010. Cukup banyak ditemukan kata-kata yang bernada perpisahan tersebut di dunia maya. Itulah yang sedang booming saat ini. Di pergantian tahun, ada begitu banyak hal yang coba di munculkan. Sebut saja salah satu hal lazim yang kerap terjadi, seperti refleksi 365 hari ke belakang, evaluasi selama 12 bulan yang telah berlalu, dan berbagai banyak hal lainnya.

Lumrah terjadi, setiap tahun berganti, mencoba merenungi yang telah di kerjakan dan sejauh mana pencapaian yang telah di peroleh. Memang suatu hal yang sangat positif, karena, segala sesuatu yang di kerjakan tanpa adanya proses evaluasi, tidaklah bisa di ketahui sejauh mana pencapaian yang telah di dapat, belum lagi berbicara masalah kepuasan akan hasil yang timbul dari setiap jerih payah.

Dalam mitos Yunani kuno, awal tahun baru masehi diberi nama Januari, karena diambil dari nama Janus, salah satu dewa yang memiliki dua wajah. Kenapa Januari memiliki dua wajah? Sebab, di satu sisi bulan ini berdekatan dengan tahun 2008 dan juga awal memasuki tahun 2009. Biasanya, ada peralihan budaya di awal tahun (Januari). Kita bakal merasa susah menanggalkan kebiasaan di tahun 2008, tapi cahaya optimisme meruak setiap kali memandang kalender yang berganti dengan angka 2009.

Continue reading

Refleksi Tahun Baru Hijrah (islam) 1 Muharram

1 Muharram? Rasanya hampir semua orang sudah mengetahui dan mengenalnya, apalagi bagi seorang muslim. Sejarah demi sejarah telah dilalui bagi sebuah bangsa maupun umatnya, banyak kisah yang telah terlewatkan, namun sedikit di antara kita yang menyadari, bahkan tidak mengerti akan esensi yang terkandung dalam sejarah yang pernah dilalui. Padahal Allah tidak menjadikan suatu peristiwa dengan sia-sia, namun ada dibalik itu suatu ibrah (pelajaran) yang patut diambil dan diingat untuk dijadikan pedoman bagi kehidupan berikutnya.

Sebagaimana Allah tegaskan dalam firman Nya :

“Sesungguhnya dalam kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”. (Yusuf: 111)

Momentum Introspeksi

Seyogyanyalah setiap muslim, menjadikan momentum Tahun Baru Hijrah untuk melakukan muhasabah (koreksi/instrospeksi/perenungan) atau mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang tidak bertentangan dengan syari’at Islam sehingga menjadi lebih bermakna. Sebagaimana para ulama memahami bahwa Hijrah Nabi Muhammad SAW merupakan satu titik baru pengembangan dakwah menuju kondisi masyarakat yang lebih baik.

Continue reading