Refleksi Tahun Baru Hijrah (islam) 1 Muharram

1 Muharram? Rasanya hampir semua orang sudah mengetahui dan mengenalnya, apalagi bagi seorang muslim. Sejarah demi sejarah telah dilalui bagi sebuah bangsa maupun umatnya, banyak kisah yang telah terlewatkan, namun sedikit di antara kita yang menyadari, bahkan tidak mengerti akan esensi yang terkandung dalam sejarah yang pernah dilalui. Padahal Allah tidak menjadikan suatu peristiwa dengan sia-sia, namun ada dibalik itu suatu ibrah (pelajaran) yang patut diambil dan diingat untuk dijadikan pedoman bagi kehidupan berikutnya.

Sebagaimana Allah tegaskan dalam firman Nya :

“Sesungguhnya dalam kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman”. (Yusuf: 111)

Momentum Introspeksi

Seyogyanyalah setiap muslim, menjadikan momentum Tahun Baru Hijrah untuk melakukan muhasabah (koreksi/instrospeksi/perenungan) atau mengisinya dengan kegiatan-kegiatan yang tidak bertentangan dengan syari’at Islam sehingga menjadi lebih bermakna. Sebagaimana para ulama memahami bahwa Hijrah Nabi Muhammad SAW merupakan satu titik baru pengembangan dakwah menuju kondisi masyarakat yang lebih baik.

Jika kita kaitkan makna hijrah dengan konteks kekinian khususnya Indonesia, apa yang dilakukan Rasul yakni hijrah dari Mekkah ke Madinah mungkin tidak bisa dan mungkin tidak perlu kita lakukan, tetapi jelas hijrah mengandung hikmah yang luar biasa. Beberapa ulama menjelaskan bahwa makna hijrah adalah meninggalkan negeri/daerah (syirik) menuju negeri tauhid, meninggalkan kondisi bid’ah menuju kondisi sunnah, serta hijrah (meninggalkan) kondisi yang penuh maksiat menuju kondisi yang sedikit maksiat atau terwujudnya amalan yang baik sama sekali.

Setidaknya hijrah yang dilakukan berkaitan dengan hijrah nafsiyah (individu) dengan berusaha menjauhkan diri dari melakukan perbuatan yang menyimpang dan berusaha memperbaiki diri untuk bersih dari segala perbuatan kotor, sehingga hati, jiwa dan raga serta segala perbuatan menjadi suci. Dan setelah itu mulailah dengan berusaha menghijrahkan keluarga, kerabat, tetangga, lingkungan dan masyarakat sekitar, hingga pada akhirnya membentuk komunitas yang siap melakukan hijrah secara utuh dan keseluruhan.

Sehingga, benarlah pendapat yang mengatakan bahwa hijrah adalah momentum perjalanan menuju tegaknya nilai-nilai Islam yang membentuk tatanan masyarakat yang baru, yakni masyarakat Islam.

Sesuai firman Allah : “Barang siapa yang berhijrah di jalan Allah niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barang siapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. An Nisa : 100)

Dan mudah-mudahan tetap terwujudnya keberadaan manusia yang terbaik, sebagaimana Allah katakan dalam firman Nya :

Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia; melakukan amar makruf nahi mungkar, dan beriman kepada Allah. (QS Ali Imran : 103).

Untuk itu, mulailah melakukan perubahan diri, siapapun kita, dan apapun profesi kita, sejak hari ini dan dari hal apapun.

Source :

About these ads

9 thoughts on “Refleksi Tahun Baru Hijrah (islam) 1 Muharram”

  1. 1 Muharram? Rasanya hampir semua orang sudah mengetahui dan mengenalnya, apalagi bagi seorang muslim.
    Saya kok merasa tidak semua muslim tahu ttg 1 Muharram, apalgi anak2 muda. Mereka tahunya ya malam mingguan, valentine dan tahun baru Masehi. Saya miris aja, kita punya penanggalan sendiri yaitu Hijriah kok sebagai Muslim ndak tahu.

    1. resiko dari globalisasi. Kemampuan kita untuk memfilter berbagai budaya barat masih kurang, apalagi budaya2 tersebut kurang serasi dengan budaya ketimuran kita. Cuman karena mengejar prestise, tanpa tedeng aling-aling, masyarakat kita lngsung mengadopsi budaya tersebut, sehingga dalam perjalanan-a, budaya kita sendiri di anggap ketinggalan jaman.

      fenomen yang membuat kita miris hati… :(

  2. Ada 1 komunitas yang tiap 1 Muharrom merayakannya dengan cara sangat positif, tapi sayangnya mereka malah dituduh sesat. padahal prestasi mereka diakui secara internasional. Inilah wajah Islam Indonesia. Semoga mulai tahun 1431 ini perlahan-lahan bisa berubah…

    1. Mungkin tanggapan saya tidak jauh berbeda dengan tanggapan terhadap “wong Jalur”. Arus informasi yang begitu hebat (baca, perkembangan dunia internet) membuat kita sulit memilah yang mana yang benar dan mana yang kurang tepat. Karena arus informasi tersebut di serap secara individual, makanya banyak orang mengembangkan azas logika. Konteks seperti ini menjadikan kita dalam posisi “merasionalkan tuhan dan agama”.

      Padahal kalau kita mau jujur, Agama telah di susun dengan begitu apik, cuma kita diharuskan untuk mengimplementasikannya melalui pegangan Al Qur’an dan Hadist.

      Dalam hal ini, saya melihat, peran ulama sangat besar, karena apapun itu namanya, belajar tanpa guru adalah nonsens :)

  3. Assalamu alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Wahai Saudaraku di seluruh penjuru dunia maya,

    Akhirnya tahun baru telah tiba…

    Tahun penentuan, apakah kita akan tetap jatuh terpuruk semakin jauh ke dalam kubangan kehinaan,

    Ataukah kita akan bangkit berhijrah menuju ke arah datangnya cahaya kemenangan di depan.

    —————————————————–

    INDONESIA GO KHILAFAH 2010

    “Begin the Revolution with Basmallah”

  4. Moment Hijriyah bukan untuk dirayakan seremonial, tapi sejauh mana muhasabah diri menyadari tujuan keberadaan hidup kita di alam yang fana ini, ‘alla kulli hal, Barakallahu Fik…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s